
“Tiada gambar dan lagu yang bisa bergerak tanpa kehadiran Anda”
Pembukaan Festival Film Pendek Konfiden 2009
Pemutaran program pembuka:
Lagu Gambar Gerak
Dark | Musik: Candyfloss | Video: Muhammad Akbar
Cukup dalam Hati | Musik: Anda | Video: Joko Narimo
Manekin Bermesin | Musik: Zoo | Video: Beni Wicaksono
Blues Iblis | Musik: Adrian Adioetomo | Video: Cyka
Tiba-tiba Hamil | Musik: Bite | Video: Isha Hening
Punyaku Sendiri | Musik: Cozy Street Corner | Video: Bayu Bergaswaras
Marginal Decay | Musik: Riza Trioscapes | Video: Damar Ardi
Madat | Musik: Shark Move | Video: Gentur Galih Suria Sukeni
Herr Wulf’s | Musik: Lull | Video: Ari Rusyadi
Untitled | Musik: Backyard Folks | Video: Astu Prasidya
19 November 2009, 19.00 wib
Kineforum
Taman Ismail Marzuki, Jakarta
jadwal festival disini
Bersama dengan Kinoki, JRS Indonesia kali ini ingin berbagi informasi mengenai pengungsi, ranjau darat, dan bom curah melalui film-film dokumenter dan diskusi. Harapannya, film dan diskusi dapat menjadi inspirasi bagi kita bersama untuk mencari tahu apa yang bisa kita lakukan terkait isu pengungsi, ranjau darat, dan bom curah.
Pemutaran film akan dilakukan selama dua hari pada bulan November 2009.
Pemutaran Film #1: Kamis, 12 November 2009
Tempat: Ruang Seminar, Taman Budaya Jogjakarta
Waktu : 16.00 WIB – Disarm
19.00 WIB – Unacceptable Harm
Pemutaran Film #2: Sabtu, 14 November 2009
Tempat: Ruang Seminar, Taman Budaya Jogjakarta
Waktu : 16.00 WIB - A Well-Founded Fear atau Running
19.00 WIB – Hope


informasi dan konfirmasi : 0274 - 6878770 (ayu)
MariMenonton! bulan November ini kedatangan dua teman, yang masing-masing membawa cerita. Pertama adalah Goethe Institute, dengan program 20 Tahun Setelah Tembok Berlin Runtuh. Teman kami yang satu ini menyajikan cerita tentang dinamika kehidupan di Jerman sebelum dan sesudah Tembok Berlin runtuh. Ada tiga sudut pandang yang dipakai: komedi (Good Bye Lenin!), drama (Lives of Others), dan dokumenter (Deutschlandspiel).
Teman kami berikutnya adalah Jesuit Refugee Service. Mereka membawa program Pengungsi Bicara, yang terdiri dari empat film: Disarm, Unacceptable Harm, A Well-Founded Fear dan Hope. Keempatnya adalah film dokumenter tentang kesulitan orang-orang saat sedang mengungsi dan setelah mengungsi. Kesulitan itu datang dalam berbagai bentuk, mulai dari ranjau darat hingga bencana alam.
Senada dengan cerita yang teman-teman kami bawa, Kinoki memutar dua film animasi tentang orang-orang yang merasakan suatu kehilangan dalam dirinya. Film pertama adalah Sita Sings the Blues, adaptasi legenda Rama dan Shinta dengan latar musik jazz tahun 1920-an. Berikutnya adalah Waltz with Bashir, dokumentasi usaha seorang sutradara Israel untuk mereka ulang ingatannya tentang keterlibatannya di suatu perang. Film terakhir masuk ke dalam program Ayo Ngobrolin Film!, suatu ruang terbuka yang disediakan Kinoki untuk teman-teman yang ingin menonton dan berdiskusi bebas setelahnya.
jadwal dan sinopsis dapat diunduh disini