MariMenonton! November : Cerita Tentang Derita
MariMenonton! bulan November ini kedatangan dua teman, yang masing-masing membawa cerita. Pertama adalah Goethe Institute, dengan program 20 Tahun Setelah Tembok Berlin Runtuh. Teman kami yang satu ini menyajikan cerita tentang dinamika kehidupan di Jerman sebelum dan sesudah Tembok Berlin runtuh. Ada tiga sudut pandang yang dipakai: komedi (Good Bye Lenin!), drama (Lives of Others), dan dokumenter (Deutschlandspiel).
Teman kami berikutnya adalah Jesuit Refugee Service. Mereka membawa program Pengungsi Bicara, yang terdiri dari empat film: Disarm, Unacceptable Harm, A Well-Founded Fear dan Hope. Keempatnya adalah film dokumenter tentang kesulitan orang-orang saat sedang mengungsi dan setelah mengungsi. Kesulitan itu datang dalam berbagai bentuk, mulai dari ranjau darat hingga bencana alam.
Senada dengan cerita yang teman-teman kami bawa, Kinoki memutar dua film animasi tentang orang-orang yang merasakan suatu kehilangan dalam dirinya. Film pertama adalah Sita Sings the Blues, adaptasi legenda Rama dan Shinta dengan latar musik jazz tahun 1920-an. Berikutnya adalah Waltz with Bashir, dokumentasi usaha seorang sutradara Israel untuk mereka ulang ingatannya tentang keterlibatannya di suatu perang. Film terakhir masuk ke dalam program Ayo Ngobrolin Film!, suatu ruang terbuka yang disediakan Kinoki untuk teman-teman yang ingin menonton dan berdiskusi bebas setelahnya.
jadwal dan sinopsis dapat diunduh disini
