Cara berKinoki

Banyak pertanyaan yang masuk bagaimana sih caranya bergabung di Kinoki? Pertanyaan ini di jawab dengan cara yang berbeda : kenapa tidak memulai kinoki di tempat kamu? Untuk teman-teman yang tertarik dengan kegiatan-kegiatan Kinoki dan ingin mencoba menjadi pelaksana di lingkungan masing-masing, jangan ragu-ragu! Berikut ini adalah dukungan yang bisa Kinoki berikan untuk teman-teman yang mau berKinoki

1. Pusat data film, buku, katalog : Di pusat data kinoki, temanteman bisa bebas mengakses koleksi film, bukubuku dan katalog berbagai festival film baik tingkat lokal, nasional maupun internasional. Koleksi film tentu bisa dipakai untuk pemutaran

2. Publikasi melalui website, weblog dan mailing list Kinoki

3. Dukungan operasional : Kami bisa membagi beberapa tips yang bisa membantu menghindarkan kamu dari kesalahan-kesalahan yang pernah kami buat.

Tertarik? Mari Muter! Nih ada beberapa langkah untuk yang memulai acara pemutaran film:

1.Cari teman! Walaupun memutar film semudah memencet tombol “play”, tapi acara pemutaran film ternyata     tidak pernah semudah itu. Lima sekawan bisa jadi rumus standar untuk mulai acara pemutaran. Masing-masing orang bisa mengambil tanggung jawab sesuai dengan kesukaan dan kebisaannya: seksi acara dan program, publikasi, usaha dana, teknis pemutaran dan penjaga pintu.


2. Tentukan tempat pemutarannya! Kelihatan sepele, tapi seringkali menjadi penghalang utama untuk mulai sebuah seri pemutaran. Tempat yang baik bisa dilihat dari tiga hal: mudah diakses dan terjangkau transportasi umum, punya kualitas akustik ruangan yang baik dan akses cahaya yang tidak berlebihan. Perlu diingat, ruangan seperti gedung olah raga (bulu tangkis, basket, dll) biasanya menggemakan bunyi; sementara ruang serba guna seringkali terlalu banyak jendelanya. Layar tancep? Pastikan ada dua tiang /pohon untuk menggantung layar ya


3. Sesuai dengan deskripsi tanggung jawab itu, maka tugas dan pekerjaan bisa dibagi sejak awal. Seksi acara dan program menentukan film dan model pemutaran yang dianggap cocok dengan lokasinya, layar tancep atau dalam ruangan, kamu juga yang menentukan. yang terutama, seksi program bertanggung jawab pada program yang diputar, juga kualitas fisik filmnya (artinya, kalau filmnya tersendat atau subtittlenya ngaco, programer siap-siap disemprot sama penontonnya!) Begitu juga dengan seksi publikasi, pikirkan gaya publikasi seperti apa yang paling efektif untuk menarik penonton yang disasar. Kalau mau buat pemutaran film dalam rangka 17an, pakai spanduk tentu lebih masuk akal daripada facebook kan? Seksi usaha dana, bukan hanya mencari dana tapi juga mengkalkulasi pengeluaran yang perlu dan memangkas yang dirasa tidak begitu perlu. Banyak acara pemutaran yang boros di sisi konsumsi, memanjakan penontonnya dengan sekotak camilan, tapi lupa membuat fotokopi sinopsis dan hal-hal yang berkaitan dengan pemutaran hari itu J

Walau orang yang mengerjakan teknis pemutaran dan menjaga pintu bisa jadi satu, seberapa sepele pun kerjaan itu terlihat, sebaiknya sih ditangani oleh orang yang berbeda. Teorinya, seksi teknis pemutaran mengurusi segala hal yang menyangkut kebutuhan alat dan operasionalnya. Layar (jika dinding putih tidak tersedia), proyektor dan dvd player, serta perangkat sound systemnya. Seksi ini juga bertanggung jawab menyulap satu ruangan menjadi ruang pemutaran yang kondusif. Menutup sumber cahaya yang tidak perlu, menyesuiakan posisi layar dengan jalan raya, supaya audio dari film tidak bertanding dengan suara kendaraan di jalan. Seksi jaga pintu, adalah penjaga gawang yang fatal. Dia yang menuntun penonton yang telat ke tempat duduk yang masih kosong, ngotot-ngototan dengan penonton yang ngawur memotret dengan blitz; atau yang telat banget tapi sok asik mau tetap nonton!

Satu seksi tidak lebih penting dari yang lain, karena tanggung jawab yang dipegang masing-masing punya peran yang sama dalam menyukseskan sebuah acara pemutaran.


4. Cari dan tentukan tanggal mainnya! Setelah urusan tim, tempat dan dana terpenuhi, waktunya menentukan tanggal. Pastikan bahwa di tanggal yang kamu pilih tidak ada agenda pemutaran film atau acara-acara kebudayaan yang akan berlangsung di sekitar wilayahmu ,atau paing tidak, acara yang juga menyasar segmen yang sama dengan penonton yang kamu inginkan. Untuk jam pemutaran, usahakan untuk tidak bertabrakan dengan waktu ibadah, supaya suara adzan tidak jadi elemen tambahan di film yang sedang kamu putar!

5. Pilih film dan programmu, akhirnya! Biasanya ini bagian yang paling menyenangkan. Proses memberi judul pada program dan acara urusannya gampang gampang susah! Pilihannya antara sok lucu, memancing rasa penasaran atau informatif sekalian. Jangan lupa membuat keping cadangan dari film yang akan kamu putarkan, untuk berjaga-jaga kalau macet atau masalah teknis lainnya. Untuk program yang memutarkan lebih dari satu film, sebaiknya film-film tersebut disatukan menjadi keping kompilasi. Dengan begitu, operator tidak repot, penonton juga gak bete karena proses gonta ganti keping cd itu.


6. Untuk pemutaran yang diikuti diskusi, jangan lupa memberi jeda kepada penonton untuk agenda-agenda pribadi : misalnya ke kamar kecil atau membalas sms penting. Dengan begitu, acara diskusi bisa tetap khusuk seperti pemutarannya juga.

Selain kegiatan memutar film, Kinoki juga punya beberapa agenda yang bisa dipakai bersama seperti lokakarya yang mengangkat topik khusus (sejarah film, penulisan skenario, penulisan kritik film,dll) maupun kelas menonton (scene analysis, konteks sosial film, genealogi,dll).

Jika ingin mengadakan lokakarya atau kelas menonton di tempat kamu, tulis email dan deskripsi tentang komunitasmu serta hal-hal yang kamu butuhkan ke:

Lokakarya : windu.w.jusuf@kinoki.or.id ;   Kelas menonton : corry.elyda@kinoki.or.id