FROM BANDUNG WITH MOTION

2

Teman-teman komunitas film dari  Bandung sedang unjuk gigi dan sllaturahmi membawa film mereka jalan-jalan. Dari lima kota yang yang mereka kunjungi, salah satunya adalah Yogyakarta. Kali ini, Kinoki menjadi tuan Rumah

Nonton dan Diskusi

06 April 2010

Pukul 06.30 s.d Selesai

Jl. Suryodiningratan No. Yogyakarta

1. Rio The Playboy (Movieglad Pictures)

2. Green Hill (D’8eigth Production)

3. Kembali (SPACI)

4. Hanya Ada Satu Perempuan (Layar Bawah Tanah)

5. Klise (Kaca19)

6. Doku (Story Lab)

7. Di Dalam Cinta (Sinema 6)

8. Mereka Menangis, Mereka Tertawa, Aku Sendiri (Movie Lab)

9. Aku dan Aku (Semangat Karya)

10. Dering (Sunday Screen)

MARI MENYANYI: PILIH FILMMU SENDIRI

Sebagai program pertama Kinoki di rumah baru, Kinoki akan memutar satu dari empat film musikal. Film yang akan diputar ditentukan dari suara terbanyak pilihan penonton Kinoki

19.00 s.d. 22.00 wib 30 Maret 2010

KINOKI @ iCAN Jl. Suryodiningratan No. 39

Yogyakarta

Young @ Heart (Stephen Walker/Dokumenter/2007)

(klik disini untuk cuplikan young@heart!)

Dokumenter tentang paduan suara para manula dari Massachusetts yang menyanyikan lagu-lagu Jimi Hendrix, Cold Play, Sonic Youth, dan penyanyi-penyanyi lain yang tak pernah terpikirkan dapat mereka nyanyikan.

Grease (Randal Kleiser/Fiksi/1978)grease20-20soundtrack13

Grease merupakan adaptasi dari drama musikal dengan judul yang sama. Film yang dibintangi John Travolta ini bercerita tentang kisah percintaan seorang gadis yang digolongkan baik-baik dengan seorang anggota gang motor yang bertemu dan saling jatuh cinta di musim panas.


ABBA the Movie (Lasse Hallstorm/dokumenter/1977)

(klik disini untuk cuplikan Abba the Movie)

Film ini adalah film panjang tentang konser ABBA di Australia, sebuah cult untuk para penggemar ABBA.


Tommy (Ken Russel/Fiksi1975)tommy2

Film musikal ini berdasarkan album opera The Who (1969). Film ini dibintangi oleh artis ternama, Ann Margret dan termasuk anggota bandnya sendiri. Film ini mendapat apresiasi yang bagus dalam ajang penghargaan seperti oscar dan Golden Globe dan diputar di festival film Cannes tahun 1975.


Pilih film mu dengan klik di sini dan pengumpulan pilihan akan ditutup tgl 30 maret 2010 pukul 09.00

Mari Memilih, Menonton, dan Menyanyi di Rumah Baru Kinoki

Layar Berpindah : Kinoki @ iCAN

Di bulan Maret 2010 ini, Layar Kinoki berpindah lagi. Kali ini tuan rumahnya adalah Indonesia Contemporary Art Network (iCAN), bertempat di Jl. Suryodiningratan  39 Yogyakarta.

map-final


Kegiatan kinoki seperti MariMenonton (pemutaran film), Kinologi (Kelas lokakarya dan komunitas menonton) serta pelayanan arsip (film, buku, katalog) akan dimulai seperti biasa pada tanggal 31 maret 2010.

Tabik,

layar tancep KANTATA TAKWA

n361514583263_47541

KANTATA TAKWA

70 minutes, Color, Widescreen, Stereo

Production 1990-2008

© 2008

(Gotot Prakosa dan Erros Djarot)


Kine Club UGM, Kinoki dan Repertoar “Buletin Sastra Kampus” mempersembahkan: layar tancap Film Kantata Takwa. Sebuah film yang menggambarkan keadaan sosial politik Indonesia pada jamannya, melalui kacamata musik yang memberontak dengan bentuk semi tetrikal. Menonton Kantata Takwa pada masa kini akan membuka ingatan kita tentang apa yang pernah terjadi di negeri ini.

Akan ada pembacaan puisi dan snack bersahaja.

Lapangan San Siro, Fisipol UGM
Kamis, 18 Maret 2010

19.00 wib, GRATIS!

Kinoki Jalan Jalan

Pemutaran Film dan Ngobrol Bareng bersama Kinoki dan Lembaga Pers Mahasiswa UNY “Ekspresi” dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional

Boneka dari Indiana, sebuah film karya Nya Abbas Akup:

Komedi dan Perempuan

Tanggal : 08 Maret 2010

Jam : 18.30 s.d. selesai

Tempat : Ruang Sidang, Gedung Student Center lt.2, Universitas Negeri Yogyakarta

Menengok perempuan dalam komedi Indonesia seperti halnya menengok sesuatu yang bergerak lamban. Tidak banyak hal yang berubah dari sana. Rok mini, paha diumbar, lagak laku manja dan genit sebagai jualannya. Atau kalau tidak seperti itu adalah bodoh, lugu, mudah ditipu. Perempuan hadir dalam bentuk perempuan kota kaya, terdidik, punya sikap yang notabene adalah perempuan publik dan selalu dipertentangkan dengan perempuan rumahan (domestik) yang tidak terdidik, manutan, dan selalu kalah.

Dalam Boneka dari Indiana ini, ada dua perempuan yang hadir: satu perempuan domestik yang sangat berkuasa dan satu perempuan publik yang ternyata adalah simpanan seorang pengusaha. Kedua perempuan ini punya pengaruh sebenarnya tapi pada akhirnya posisi mereka ‘kalah’ juga oleh karakter laki-laki yang ada di situ.

Film ini secara lucu memotret peran perempuan yang ada di dalamnya. Lucu dan menyindir, bagaimana perempuan, mau seperti apapun dia pada akhirnya juga tidak ada apa-apanya di hadapan tokoh laki-laki. Hal itu berlanjut ke komedi Indonesia saat ini dengan perubahan yang tidak terlalu berarti untuk tidak menyebut tidak ada perubahan sama sekali.

Sinopsis

Boneka dari Indiana

Sutradara: Nya Abbas Akup

Pemain: Meriam Bellina, Lydia Kandou, Didi Petet, Ami Prijono

(fiksi/1990/94 menit/bahasa indonesia, tanpa teks)

Egi (Didi Petet) adalah seorang suami yang berada di bawah kekuasaan istrinya, Cece (Lydia Kandou), dalam segala hal, urusan kantor maupun urusan rumah. Lebih jauh lagi, Egi pun berada di bawah pengaruh mertuanya, Yudho (Ami Prijono). Demi sebuah proyek besar, Egi diperintah mendekati Eya (Meriam Bellina), wanita simpanan seorang pejabat berpengaruh. Perkenalannya dengan Eya membuat Cece cemburu, tapi juga membuat Egi sadar akan usaha mertuanya yang tidak peduli akan lingkungan. Ia mulai memberontak dan berhenti jadi boneka. Kehidupannya sebagai suami juga normal kembali.