Kinoki Juni 2010

Mari Menonton

Sebagai rangkaian penutup program bulan ini, Kinoki akan memutar Nobody Knows, salah satu karya Koreeda yang paling akrab di mata kita.

Selasa, 29 Juni 2010

Pukul. 07:00 Malam

Kinoki@iCAN Jl. Suryodiningratan No. 39

4425402_239043d131_m

Nobody Knows

Hirokazu Koreeda | 2004 | fiksi | 141 menit

Usai mendapatkan pacar baru, seorang ibu meninggalkan keempat anaknya, masing-masing dari bapak yang berbeda, di sebuah apartemen. Jadilah, anak-anak itu berusaha bertahan hidup tanpa listrik, gas dan air.

KINOLOGI

Kali ini, Kinologi @ Kinoki kembali mengundang teman-teman untuk hadir dalam pemutaran dan diskusi film yang sudah menjadi agenda rutin di Kinoki. Kali ini ada “Maborosi” (Jepang, 1995), salah satu film yang terangkai dalam program retrospektif  Hirokazu Kore-Eda bulan Juni 2010 ini. Kita akan membahas bagaimana para pembuat film mencoba menerjemahkan problem manusia-modern yang kompleks dan “penuh” kedalam bahasa filmis yang (harus) efektif dan mengena dalam ingatan audiensnya. Terbuka, dan Gratis!

24 Juni 2010

Pukul. 07.00 malam

Kinoki@iCAN Jl. Suryodiningratan No. 39

maborosi-poster
Maborosi
Hirokazu Kore-Eda |
Fiksi | 1995 | 110 menit
Bahasa Jepang | Subtitle Inggris

German Film Club

berlinlogo230x260-4

60 JAHRE BERLINALE INTERNATIONAL FILM FESTIVAL:

Pemutaran Film-Film pendek karya peserta “Berlinale Talent Campus 2010”

Selasa, 22 Juni 2010

Pukul. 07:00 malam

Kinoki@iCAN


Kompilasi Film Pendek:

Awra Amba (utopia in Ethiopia) : Paulina Trevo, Swedia

Dry Rain : Flora Lau, Cina

Parkish The Travelling Cinema : Megha Lakhani, India

DISKUSI bersama ALUMNI berbagai peserta workshop di Berlinale Telent Campus:

· Shalahuddin Siregar (Doc-Station, BTC 2009)

· Yudha “Gembul” Kurniawan (Shorts Berlinale 2009)

. “Popo” Bw.Purbanegara (Shorts Berlinale 2009)

· Abraham Mudito (Program Course DW-TV Berlinale 2009)

· Elida Tamalagi (Producer, BTC 2010)

GRATIS!

seascope-web-pusblsh-copy

Mari Menonton

afterlife-poster-01

Selasa, 15 Juni 2010

Pukul. 07.00 s.d. 09.30 malam

Kinoki @iCan Jl. Suryodiningratan No. 39

After Life

Hirokazu Koreeda | 1998 | fiksi | 118 menit

Setelah mati, beberapa orang menghabiskan waktu seminggu bersama para malaikat, untuk memilih memori mana yang akan mereka pertahankan selama-lamanya.

GRATIS!

KINOLOGI

air-doll-poster01Air Doll
Hirokazu Kore-eda | 2009 | Fiksi | 125 menit
Bahasa Jepang | Teks Inggris

Kinology kembali mengundang teman-teman untuk datang ke KINOKI, menonton film bersama dan membicarakannya dari aspek tertentu. Kali ini ada Air Doll, film Jepang yang sedang banyak dibicarakan dan memang disertakan dalam rangkaian retrospektif Hirokazu Kore-eda yang sedang menjadi program KINOKI bulan ini. Secara spesifik, kita akan mendiskusikan bagaimana eksistensialisme “diselipkan” dalam narasi film-film seperti Air Doll : Tentang karakter dan ruang interaksinya. Terbuka, dan Gratis!

Kamis 10 Juni 2010

07.00 s.d. 11.00 malam

Kinoki @iCan Jl. Suryodiningratan No. 39

*Bahan Bacaan bisa diakses dengan datang ke KINOKI setiap hari kerja, pukul 13.00 - 19.00


KINE NONTON KINE #1

PROGRAM

KINE NONTON KINE merupakan program pemutaran film-film produksi mahasiswa yang terlibat di kine-kine di Yogyakarta. Audiens yang disasar adalah sesama partisipan kine klub dari berbagai kampus, sebagai respons terhadap perkembangan beberapa tahun terakhir di Yogyakarta. Terjadi pergeseran prioritas dari apresiasi ke produksi di banyak kine klab. Konsekuensinya adalah tumbuhnya kompetisi-kompetisi film pendek khusus mahasiswa. Kompetisi tersebut yang menjadi sarana utama eksebisi produk kine-kine tersebut. KINE NONTON KINE bertujuan menjadi sarana eksebisi non kompetisi, dimana kine klub dari berbagai kampus dapat berkumpul, menonton, dan kemudian berdiskusi.

Harapannya: kine-kine dapat mengukur bersama perkembangan mereka sebagai unit produksi, dan para mahasiswa pembuat film dapat memperoleh timbal balik tentang karyanya.

Selasa, 8 Juni 2010, jam 19.00 WIB

Kinoki @ iCAN, Jalan Suryodiningratan no. 39, Yogyakarta<%

Kinoki Mei 2010

KINOLOGY

PIERRE BOURDIEU - SOCIOLOGY IS A MARTIAL ART


Bagi Pemikir garis depan seperti Pierre Bourdieu, cap tidak-populis sudah biasa disematkan orang atas namanya. Dalam film Dokumenter “Sociology is a Martial Art”, kita akan mengikuti Bourdieu dalam mengakbstraksikan lingkungan sosial Perancis kedalam teori-teorinya yang menggebrak, serta menyaksikan bagaiama Bourdieu berusaha menyumbangkan pemikirannya dalam menyelesaikan masalah Sosial di Perancis. Setalah pemutaran, kita akan berdiskusi bersama, membicarakan “Sociology is a Martial Art” dari aspek-nya sebagai sebuah dokumenter biografis.

27 Mei 2010

pukul 07.00 s.d. 10.00 malam

Kinoki @iCan Jl. Suryodiningratan No. 39

Film:

Sociology is a Martial Art

(La sociologie est un sport de combat)
Pierre Carles | 2001 | Dokumenter | 146 menit

poster-film-bourdieu

Bahan Bacaan:
Beattie, Keith. 2004. “Documentary Screens. Non-Fiction Films and Television” (New York: Palgrave MacMillan).
Chapter 6: The Camera 1 - Autobiographical Documentary.

Anda juga dipersilahkan datang tanpa harus mengakses/membaca referensi terlebih dahulu.


TERBUKA BAGI SIAPA SAJA, DAN GRATIS!!

GERMAN FILM CLUB


Goethe Institut dan Kinoki mempersembahkan:

“segala hal tentang film, Jerman dan film Jerman”

25 Mei 2010

07.00 malam

Kinoki@iCAN

Film:

GEGEN DIE WAND (HEAD ON)

Fatih Akin, 2004, 121 menit

(Fipresci & Golden Bear Award Berlinale 2004)

ke jerman via turki

“Ke Jerman Via Turki”

Pengenalan Program oleh

Christina Schott & Elida Tamalagi

German Film Club adalah program pemutaran film-film Jerman dalam rangka memperkenalkan sinema dan kebudayaan Jerman kepada masyarakat Yogyakarta selama tahun 2010, sebuah kerja sama antara Goethe Institut dan Kinoki.


KELILING!

VFilmFestival merupakan festival film perempuan internasional, sebuah ajang penting dimana masyarakat dapat menikmati karya sineas perempuan dari seluruh dunia. Film-film  yang bertutur dan bercerita tentang dan untuk perempuan. Untuk VFilmFestival 2010 ini, Yogya dikunjungi 2 program

18 mei 2010

pukul 16.30 dan 19.00

Kinoki@iCAN

Jalan Suryodiningratan No. 39

GRATIS!


16.30 : Atlantis (Digna Sinke | 2008 | fiksi | 90 menit)

atlantis

Xenia merasa tidak nyaman dengan lingkungannya yang penuh peraturan. Dia pun terdampar di sebuah pulau dimana waktu tidak berlaku. Di tempat itu, ia membangun masa depannya.

19.30 : Kompilasi Film Perempuan dan Syariat Islam

1. Mode (Syfa, Rara, Lena | 2007 | dokumenter | 20 menit)

2. Bunga (Mahyana, Rida, Tata | 2007 | dokumenter | 10 menit)

3. Dalam Pandanganku (Karmita, Sri Meutia, Firah | 2007 | dokumenter | 10 menit)

1. Mode (Syfa, Rara, Lena | 2007 | dokumenter | 20 menit)

2. Bunga (Mahyana, Rida, Tata | 2007 | dokumenter | 10 menit)

3. Dalam Pandanganku (Karmita, Sri Meutia, Firah | 2007 | dokumenter | 10 menit)

8 Mei 2010 : 16.00 & 19.00 wib

At the Very Bottom of Everything (Paul Agusta | 2010 | fiksi | 84 menit)

atvboe

Seorang wanita bercerita tentang pengalamannya mengalami depresi, digambarkan dalam sepuluh fragmen berbeda-beda secara narasi, teknis maupun rasa sinemanya.

title-bar

Mei ini, Kinoki sedang ramai dengan pemutaran berbagai macam film. Program tematik bulan ini adalah PERSONA NON GRATA, yang menyuguhkan film-film tentang tokoh-tokoh dianggap tidak memiliki reputasi baik. Seperti biasa, program tematik terbagi ke dalam dua bagian: acara nonton bareng dengan tajuk Mari Menonton, dan kegiatan nonton plus ngobrol film dengan tajuk Kinology.
Bulan ini Kinoki juga mengadakan program KELILING. Dalam program ini, ada tiga film yang diputar. Pertama adalah At the Very Bottom of Everything, sebuah film karya Paul Agusta. Dua film lainnya adalah Atlantis dan kompilasi film Perempuan dan Syariat Islam. Keduanya adalah bagian dari V Film Festival Tour.
Bagi penggemar film Jerman, Kinoki bekerjasama dengan Goethe Institut untuk mengadakan German Film Club. Bulan ini jadi awal dari dari serangkaian pemutaran film-film Jerman setiap bulannya selama taun 2010. Sebagai perkenalan, Gegen Die Wand (Head On, Fatih Akin,2004) menjadi film pembuka program dengan tema KE JERMAN VIA TURKI. Christina Schott dan Elida Tamalagi akan menjadi teman ngobrol tentang film, Jerman dan film Jerman.

JADWAL PEMUTARAN

TANGGAL

JAM

JUDUL

KETERANGAN

4 MEI

19.00

Mari Menonton

Salvador Allende

18+

8 MEI

19.00

Keliling!

At the Very Bottom of Everything

17+

dengan tiket tanda masuk

Rp. 10.000,-

11 MEI

19.00

Mari Menonton

Moloch

21+

13 MEI

19.00

Kinology

Maradona

18+

diskusi setelah pemutaran

18 MEI

16.30

Keliling!

Atlantis

18+

19.30

Keliling!

Kompilasi Film Perempuan dan Syariat Islam

18+

25 MEI

19.00

German Film Club

Head On

21+

diskusi setelah pemutaran

27 MEI

19.00

Kinology

La Sociologie est un sport de combat

18+

diskusi setelah pemutaran

MARI MENONTON

Salvador Allende

Patricio Guzman | 2004 | dokumenter | 100 menit

Film ini mengkronologikan kehidupan Salvador Allende, dari masa kecilnya di Valparaiso sampai kematiannya ketika dikudeta Pinochet pada tanggal 11 September 1973.

Moloch

Aleksandr Sokurov | 1999 | fiksi | 108 menit

Cerita surreal tentang pertemuan Hitler dan Goebells, masing-masing bersama istrinya, yang di luar dugaan tidak membicarakan politik sama sekali.

KINOLOGY

Maradona

Emir Kusturica | 2008 | dokumenter | 90 menit

Dalam film ini, Maradona dilihat dari tiga sisi: selebritis sepakbola, kepala keluarga, dan revolusioner politik. Ketiganya jadi cerminan dari pandangan hidup Maradona yang radikal.

La Sociologie est un sport de combat

Pierre Carles | 2001 | dokumenter | 146 menit

Selama tiga tahun Pierre Carles mengikuti Pierre Bourdieu menyebarkan pemikirannya, yang intinya mengajak orang untuk memahami sosiologi supaya bisa melawan ketidakadilan.

GERMAN FILM CLUB: Ke Jerman Via Turki

Head On

Fatih Akin | 2004 | fiksi | 121 menit

Cahit telah mensterilkan hidupnya dari apapun yang berhubungan dengan Turki, tanah kelahirannya. Sebaliknya, Sibel ingin membahagiakan orang tuanya yang berasal dari Turki. Nasib mempertemukan kedua orang tersebut.


logo

kinoki

Pusat Data | Pemutaran | Pendidikan Populer

Jalan Suryodiningratan no. 39

Yogyakarta 55141

telp: +62 274 824 0346


Lokakarya Pengarsipan Film

lokakarya pengarsipan film di Singapura, dilaksanakan oleh Asian Film Archive.

RAK (Ruang Arsip Kinoki): jalan-jalan!

movie-book

RAK kali ini mampir ke acara Movie Bazzar di Galeri Kedai Kebun Forum, Jl. Tirtodipuran no. 3 Yogyakarta mulai tanggal 28 Oktober 2009 sampai dengan 04 November 2009, mulai jam 11.00 - 21.00 WIB.

Kawan-kawan bisa mendapatkan banyak hal di sini: menonton film pendek pilihan yang sudah disediakan oleh teman-teman RAK, mengakses buku, katalog, dan newsletter, berdiskusi dengan teman-teman yang ada di sini.

Tunggu apa lagi, kunjungi kami di sini. Kami tunggu!

Oktober 2009: (Tidak) Biasa

marimenonton_biru

“Melalui sains-fiksi, orang mencoba terlihat luar biasa di dunia yang biasa,” begitu pendapat Rod Serling, seorang produser acara sains-fiksi di Amerika, yang mencerminkan produksi mayoritas film sains-fiksi. Bukankah kita biasa mendengar produser menghabiskan jutaan dollar di efek visual, suara, kostum dan setting untuk mewujudkan visi yang belum pernah dilihat manusia sebelumnya? Bahkan dengan bujet minim pun, pembuat film sains-fiksi lebih mengutamakan menampilkan setting dan kostum seeksotis mungkin. Tidak apa seadanya, yang penting film terlihat luar biasa, dan oleh karenanya sah dilabeli sebagai sains-fiksi. Pertanyaannya: bisakah film sains-fiksi keluar dari cara biasa untuk menghasilkan visi yang sama luar biasa¬-nya?

Oleh karena itu MariMenonton! di bulan Oktober ini menghadirkan tiga film sains-fiksi. Pertama adalah Metropolis, film bisu legendaris karya Fritz Lang. Film ini sering dianggap sebagai fondasi dari film-film sains-fiksi: setting yang mewah, robot, dan teknologi. Elemen-elemen tersebut diserap, dipelintir dan diparodikan dalam Metoroporisu, film animasi Jepang yang sebenarnya adaptasi komiknya Ozamu Tezuka. Hasilnya malah jadi tribut untuk filmnya Fritz Lang dan film sains-fiksi secara keseluruhan. Film terakhir adalah Primer, yang konon merupakan film sains-fiksi dengan bujet termurah sepanjang sejarah: $7000. Dengan cerita yang berlatar di kota kecil dan karakter yang berkostumkan kemeja kantoran biasa, film ini membuka kemungkinan bahwa sains fiksi tidak saja apa yang dilihat di mata, tapi juga apa yang ada di pikiran.

Dari sinema Indonesia, ada Kantata Takwa. Film ini merupakan dokumenter eksperimental yang dibuat berdasarkan konser Kantata Takwa di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, tahun 1991. Karena sarat dengan kritik terhadap pemerintahan waktu itu, pembuatan film menghabiskan 18 tahun dan baru dirilis tahun 2008 kemarin. Selain itu, ada juga We Wanna Prove Who We Are!, dua volum kompilasi berisikan film-film pendek tugas akhir mahasiswa IKJ.

Dari Film Pendek Si Nama Besar, ada suguhan Ten Minutes Older: The Trumpet. Film ini adalah proyek bersama dimana tujuh sutradara terkenal (Aki Kaurismaki, Victor Erice, Werner Herzog, Jim Jarmusch, Wim Wenders, Spike Lee dan Chen Kaige) berkumpul dan masing-masing membuat film pendek tentang waktu. Pada bulan ini juga, ada pemutaran film terakhirnya Tati, Parade. Film ini menjadi bagian terkahir dari program Waktunya Franco-Cinéphile, yang sempat tertunda karena libur Lebaran.

Seri kelima sekaligus seri terakhir dari Kelas Terbuka: Apresiasi Film akan diadakan pada 10 Oktober 2009 dengan pembahasan Film dan Penulisan Kritik Film. Pengisi materinya adalah Eric Sasono, pendiri dan redaktur situs RumahFilm.org. Pendaftaran paling lambat 7 Oktober 2009 melalui email ke kinoki@kinoki.or.id

03 OKTOBER
Ruang Arsip Kinoki

19:30 - Parade
(fiksi/85 mnt/1974/bahasa prancis, teks inggris)
Sutradara: Jacques Tati
Dalam film terakhirnya ini, Jacques Tati berperan sebagai Monsieur Loyal yang memandu seruntutan acara dalam sebuah sirkus.

10 OKTOBER
Ruang Arsip Kinoki

16:00 - Kelas Terbuka #5: Film dan Penulisan Kritik*

19:30 - Metoroporisu
(animasi/108 mnt/2001/bahasa jepang, teks indonesia)
Sutradara: Rintaro
Ceritanya, di masa depan, robot dan manusia hidup bersama. Kebanyakan robot dibatasi tinggal di bawah tanah, diharuskan mengerjakan pekerjaan buruh, dan dilarang masuk ke daerah manusia. Sementara manusia tinggal di atas, dengan beberapa robot pilihan. Suatu ketika seorang anak laki-laki jatuh ke bawah tanah, dan melihat robot cantik bernama Tina. Masalah pun mulai bermunculan.

17 OKTOBER
Ruang Seminar

16:00 - Primer
(fiksi/77 mnt/2004/bahasa inggris, teks inggris)
Sutradara: Shane Carruth
Empat sekawan, selepas jam kerja, berkumpul di garasi dan mencoba mengutak-atik mesin. Suatu hari seseorang dari mereka kalau mesin itu tanpa sengaja berubah fungsi jadi mesin waktu. Meski sebenarnya masih tidak stabil, hasil tes menunjukkan kalau waktu memang bisa dihentikan dalam mesin itu. Selanjutnya tentu saja: rencana cepat kaya, dan segala komplikasinya.

19:30 - Film Pendek Si Nama Besar: Ten Minutes Older
(total durasi 92 mnt/2002/berbagai bahasa, teks inggris)
Kompilasi tujuh film pendek dari tujuh sutradara terkenal—Aki Kaurismaki, Victor Erice, Werner Herzog, Jim Jarmusch, Wim Wenders, Spike Lee dan Chen Kaige. Semuanya bicara tentang satu hal: waktu.

24 OKTOBER

Ruang Arsip Kinoki

19:00 - Ayo Ngobrolin Film: Metropolis**
(fiksi/114 mnt/1927/film bisu)
Sutradara: Fritz Lang
Pada tahun 2026, manusia terbagi ke dalam dua kelompok: pemikir dan pekerja. Johan, salah satu pemikir, suatu kali menyusup ke daerah pekerja. Di sana ia bertemu Maria, dan jatuh cinta dengannya. Bersama mereka merencanakan revolusi untuk memperbaiki kondisi lingkungannya. Namun, kelompok pemikir punya rencana lain: sebuah robot untuk menyetir kelompok pekerja.

27 OKTOBER
Amfiteater Taman Budaya Yogyakarta

19:00 - Kantata Takwa
(dokumenter/95 mnt/2008/bahasa indonesia)
Sutradara: Eros Djarot, Gotot Prakosa
Film ini merupakan kolase kesaksian para seniman Indonesia tentang masa represif Orde Baru, sebuah masa yang diwarnai dengan penangkapan tokoh-tokoh yang berlawanan dengan pemerintah. Termasuk dalam kesaksian adalah W.S. Rendra, Iwan Fals, Sawung Jabo, Jackie Surjoprajogo dan Setiawan Djodi.

31 OKTOBER

Ruang Seminar

16:00 - We Wanna Prove Who We Are!, Volum 1
(total durasi 75 mnt/bahasa indonesia)
Setelah beberapa tahun belajar film, mahasiswa Fakultas Film Dan Televisi IKJ ingin menunjukan kepada masyarakat umum karya yang mereka gunakan sebagai tugas akhir. Pemutaran ini bertujuan sebagai perkenalan diri mereka kepada masyarakat umum, karena pada akhirnya mereka juga yang akan melanjutkan perfilman Indonesia.
1. Gadis (2009/15 mnt)
2. Purnama di Pesisir (2009/15 mnt)
3. Tubuhku Bukan Nafsu (2009/16 mnt)
4. CINtA (2009/28 mnt)

19:30 - We Wanna Prove Who We Are!, Volum 2
(total durasi 81 mnt/bahasa indonesia)
1. Bunga Matahari (2009/14 mnt)
2. Nemesis (2009/14 mnt)
3. This is Bulshit (2009/15 mnt)
4. Sabotase (2009/15 mnt)
5. Kabar Gembira (2008/23 mnt)

* biaya pendaftaran Rp. 35.000. Pendaftaran ditutup ketika kuota terpenuhi/sehari sebelum jadwal ditutup

** wadah bulanan Kinoki untuk menonton dan mengobrol bebas soal film