Kinoki adalah
Inisatif komunal untuk sebuah ruang interaksi dengan audio visual sebagai media utamanya. Kinoki berdiri pertama kali pada 2 Agustus 2005 di Jl.Tirtodipuran no.2 Jogjakarta dengan taglinenya “Bukan Bioskop, Bukan Coffeeshop”. Tujuan utama dari Kinoki “Bukan Bioskop, Bukan Coffeeshop” adalah menciptakan sebuah ruang pemutaran alternatif di jogjakarta: alternatif dalam bentuk ruangannya, alternatif dalam pelaksanaan acaranya, serta tentu saja, memberikan alternatif tontonan dan wacana kepada penonton. Selain mendorong dan mengusahakan pemutaran berbagai bentuk audio visual (film documenter dan fiksi, durasi panjang maupun pendek, video eksperimental, video seni, video instalasi, dll), kinoki juga mengadakan berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan wacana film dan media audio visual lainnya di Indonesia.
Melalui berbagai kegiatan dalam skala komunitas, kinoki berjaringan dengan komunitas-komunitas film di Indonesia dan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan lokal, nasional maupun internasional.
Kegiatan kinoki lainnya adalah komunitas belajar, lokakarya, dan IKONIK risalah film tiga bulanan. Sejak 31 Agustus 2008, Kinoki “Bukan Bioskop, Bukan Coffeeshop” dinyatakan selesai dan bergerak ke bentuknya yang baru, Kinoki “Pusat Data.Pemutaran. Pendidikan Populer”.
Dalam bentuknya yang sekarang, Kinoki mendorong pihak rekan untuk bertindak aktif dan penuh inisiatif dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dianggap penting di lingkup sosial mereka. Kinoki menyediakan dukungan sepenuhnya atas materi pemutaran/lokakarya, publikasi dengan basis web, serta trik dan saran yang mungkin dibutuhkan untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah kami buat
